Thursday, 15 March 2012

Otak Bayi adalah Kunci Kepintaran Komputer

Ilmuwan kognitif berharap untuk memendam otak bayi—dan imajinasi dan udara dari kemungkinan yang datang dengan itu—dan menggunakan hasilnya untuk membuat komputer lebih cerdas.

Ilmuwan berpikir bahwa kekuatan imajinasi seorang bayi dan semuanya sekitar otak bayi dapat membuat komputer lebih pintar daripada manusia
Anak-anak adalah mesin belajar terbesar di alam semesta,” kata Alison Gopnik, seorang psikolog perkembangan di University of California di Berkeley. “Bayangkan jika komputer bisa belajar sebanyak dan secepat yang mereka lakukan,”. Lanjutnya seperti di kutip Livescience.com. Alison penah menulis buku “The Scientist in the Crib” (William Morrow, 2000) and “The Philosophical Baby” (Picador, 2010).

Para ilmuwan  tahu otak bayi baru lahir yang sehat mengandung sekitar 100 miliar neuron untuk  pasokan seumur hidup, memungkinkan anak untuk belajar bahasa dan keterampilan sosial, sambil memikirkan cara untuk bertahan hidup dan berkembang di lingkungan mereka.

Sementara itu, orang dewasa  cenderung lebih fokus pada tujuan mereka daripada membiarkan luasnya imajinasi berpikir lebih. Para peneliti menduga bahwa dua kombinasi ini, antara orang dewasa dengan pemikiran yang bertujuan dan anak-anak dengan pemikiran yang terbuka–boleh jadi digunakan untuk mengembangkan  komputer trik  baru.

Gopnik dan kolega menemukan langkah kognitif bahwa bisa anak-anak digunakan untuk memecahkan masalah di lab dan kemudian mengubah blueprint ke dalam model komputasi.

Dari berbagai eksperimen baik yang menggunakan permen lolipop warna-warni, mainan roda berputar atau alat pembuat musik, menunjukkan bahwa  bayi, balita dan anak prasekolah sudah menguji hipotesis, memperkirakan peluang statistik, dan datang ke kesimpulan berdasarkan bukti lama dan baru. Ini eksplorasi dan “probabilitas” nalar anak kecil yang bisa membuat komputer tidak hanya cerdas, tetapi lebih beradaptasi dan lebih manusiawi.

Para peneliti memperkirakan akan hadir komputer seperti anak kecil yang bisa berinteraksi lebih cerdas dan responsif dengan manusia, sehingga dapat membuat program komputer yang lebih baik dan di antara teknologi lainnya, termasuk kecerdasan buatan.

sumber: Livescience

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...