Friday, 9 March 2012

Pensil dan Penemunya!

Nicolas-Jacques Conte
Pada awalnya pensil hanya terbuat dari grafit (barang tambang yang warna, bentuk dan rupanya hitam seperti arang). Pensil grafit ini gampang sekali patah. Terlalu halus, lembut dan cepat kotor.
Karena tidak praktis dan menyulitkan, Insinyur Nicolas-Jaques Conte membuat pensil dari campuran bubuk granit dengan tanah liat yang dilapisi kertas dan kayu. Beliau juga membentuk campuran itu menjadi batangan dan membakarnya dalam perapian.


Hasilnya, pensil menjadi nyaman dan mudah digunakan. Dari percobaannya itu, Insinyur Nicolas berhasil juga membuat isi pensil yang menghasilkan berbagai gradasi warna hitam dengan mengubah-ubah perbandingan grafit terhadap tanah liatnya. 

Penggunaan timbal dan grafit sudah dimulai sejak zaman Yunani. Keduanya memberikan efek goresan abu-abu, walaupun grafit sedikit lebih hitam. Grafit sangat jarang dipakai hingga kemudian pada tahun 1564 ditemukan kandungan grafit murni dalam jumlah besar di Borrowdale, sebuah lembah di Lake District, Inggris bagian utara. Meskipun kelihatan seperti batu bara, mineral tersebut tidak dapat terbakar, dan meninggalkan bekas berwarna hitam mengilap, serta mudah dihapus di atas permukaan yang bisa ditulisi.


Pada masa ini istilah grafit masih disalahartikan dengan timah, timah hitam, dan plumbago, artinya "seperti timah" mengingat sifatnya yang hampir sama. Karena itu istilah lead pencil (pensil timah) masih digunakan sampai sekarang. Karena teksturnya berminyak, bongkahan dibungkus dengan kulit domba atau potongan kecil timah berbentuktongkat dibebat dengan tali. Tidak seorang pun tahu siapa yang mula-mula mempunyai ide untuk memasukkan timah hitam ke dalam wadah kayu, tetapi pada tahun 1560-an, pensil yang primitif sudah sampai di benua Eropa.

Blog dengan ID 26250 Tidak ada timah hitam ditambang dan diekspor untuk memenuhi permintaan para seniman; dan pada abad ke-17, bisa dikatakan timah hitam telah digunakan di mana-mana. Pada waktu yang sama, para pembuat pensil bereksperimen dengan timah hitam untuk menghasilkan alat tulis yang lebih baik. Karena murni serta mudah diekstrak, timah hitam dari Borrowdale menjadi incaran pencuri dan pedagang gelap. Untuk mengatasinya, Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang pada tahun 1752 yang menetapkan bahwa pencuri timah hitam bisa dipenjarakan atau dibuang ke suatu koloni narapidana.

Pensil Berwarna
Namun pada tahun 1779, seorang ahli kimia Carl W. Scheele meneliti dan menyimpulkan bahwa grafit memiliki sifat kimiawi yang jauh berbeda dengan timbal. Grafit adalah komposisi molekul karbon murni yang lunak. Akhirnya pada tahun 1789, ahli Geologi Jerman, Abraham G. Werner memberikan nama grafit, yang berasal dari perkataan Yunani graphein, yang berarti menulis. Jadi, isi pensil bukan timah.
 
Nah, saat ini kamu bisa melihat berbagai variasi warna isi pensil. Pensil jenis ini dikelompokkan ke dalam kategori pensil warna. (Kidnesia/pakarbisnisonline.com)

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...