Tuesday, 6 March 2012

Sepatu Sepak Bola: Sejarah, Perkembangan dan Jenisnya (part3)

Dikuti dari Bola.net - Kontribusi: Indra Pramana



Memiliki sepatu sepak bola atau futsal seperti yang digunakan oleh bintang sepak bola idola kita tentunya menyenangkan. Namun tahukah Anda bagaimana sejarah dan perkembangan sepatu sepak bola hingga seperti sekarang ini?

 Setelah menyimak bagian pertama dari sejarah sepatu sepak bola dan bagian penting dari sepatu sepak bola, kini saatnya kita mengetahui bagian berikutnya mengenai jenis sepatu, juga cara memilih serta merawatnya.

NAMA DAN SERI SEPATU SEPAK BOLA


Jika kita perhatikan, dalam satu nama yang dikeluarkan oleh produsen, maka kemudian akan diikuti oleh seri-seri berikutnya, ini karena mereka dalam memproduksi sepatu juga memperhatikan kelas atau level pemakainya, umumnya pembagian kelas ini dibagi menjadi 3, yaitu: Pro Level (Profesional Player), Club Level, dan Intro Level.

Sebagai contoh untuk merk Nike: Sepatu bola T90 Laser III masuk kelas Pro Level (harganya mencapai jutaan rupiah), kemudian satu kelas di bawahnya adalah T90 Strike III (Club Level), dan kelas yang paling bawah yaitu: T90 Shoot III (Intro Level).

Untuk merk Adidas: Sepatu Adidas Adipure (Pro Level), lalu Adicore (Club Level), kemudian Adinova (Intro Level). Untuk dapat menembus pasar Negara berkembang, Adidas mengeluarkan lagi satu seri di bawah Intro Level yaitu Adiquestra. Kalau kita mengenal Adidas F50 Adizero, kelas di bawahnya adalah F5.

Untuk kita yang memiliki budget lebih dapat langsung membeli sepatu yang masuk dalam Pro Level (Sepatu yang dipakai oleh bintang-bintang sepakbola), namun bagi yang memiliki budget terbatas jangan khawatir, sepatu yang masuk dalam kategori Intro Level-pun tetap memiliki kualitas yang baik.

MEMILIH SEPATU SEPAK BOLA


Sebelum kita memilih untuk kemudian membeli sepatu, hendaknya kita pilih sepatu yang sesuai dengan gaya bermain kita dan jenis permainan yang dimainkan, apakah itu sepakbola atau futsal. Jika kita ingin membeli sepatu untuk keperluan bermain sepakbola di lapangan Outdoor, maka sebaiknya kita pilih sepatu dengan bahan kain/tekstil, kulit atau imitasi, dari ketiga bahan ini yang paling baik digunakan adalah kulit, dan kulit yang paling sering digunakan untuk membuat sepatu adalah dari kulit binatang Kerbau dan Kangguru.
Jika kita ingin membeli sepatu untuk keperluan bermain sepakbola di lapangan Indoor (Futsal), maka sebaiknya pilih sepatu yang bahannya terbuat dari kulit sintetis, karena bahan ini cenderung menyesuaikan bentuk kaki kita, dan hal yang tidak kalah penting tentu saja kekuatan. Jadi faktor utama dalam pemilihan sepatu futsal adalah kenyamanan dan kekuatan.

Ada 8 hal penting yang tidak dapat kita abaikan begitu saja jika kita ingin membeli dan mendapatkan kepuasan/kenyamanan dalam memiliki sepatu sepakbola, yaitu:
  1. Sepatu ini bukan sepatu segala medan: Sepatu sepakbola atau futsal jangan digunakan untuk kegiatan sehari-hari kita, karena sepatu ini memiliki tekstur yang lebih fleksibel dan bantalan ekstra sebagai peredam efek getaran, sedangkan sepatu biasa memiliki permukaan lebih keras dan padat.
  2. Mengukur kaki secara berkala: Menurut penelitian, ukuran kaki orang dewasa masih dapat berubah, lakukan pengukuran kaki minimal 2 kali dalam setahun.
  3. Membeli setelah kita beraktifitas: Kaki akan membesar saat kita beraktifitas, waktu yang tepat saat membeli sepatu adalah waktu dimana kaki kita berada dalam ukuran terbesarnya.
  4. Bawa kaos kaki: Dengan memakai kaos kaki yang biasa kita gunakan saat hendak membeli sepatu, maka ukuran sepatu yang kita beli pasti tepat.
  5. Jangan langsung bilang “Ini yang pas buatku”: Jangan mencoba sepatu hanya untuk melihat tampilannya di cermin yang disediakan toko, tapi gunakan juga untuk melakukan aktifitas tujuan anda membeli sepatu, misalnya berlari-lari kecil dan berjinjit.
  6. Rasakan ruang di dalam sepatu: Untuk menghindari cedera, pastikan jarak ideal bagian dalam sepatu anda dengan ibu jari kaki, punggung kaki dan tumit kaki. Sepatu yang longgar akan membuat selip, sepatu yang sempit akan membuat kaki lecet.
  7. Harga berbicara: Setiap orang memiliki anggaran/budget yang berbeda dalam membeli sepatu, namun terkadang ada hal yang tidak terelakkan, kualitas sepatu Rp.70.000 dengan Rp.700.000 akan berbeda dalam hal kenyamanan, kekuatan, dan keawetan.
  8. Perhatikan waktu penggantian: Idealnya sepatu kita ganti setelah dipakai berlari sebanyak 500-600 kilometer, atau ketika sol bawah sepatu mulai menipis, dan juga saat digunakan sepatu dirasa tidak nyaman lagi.
Selanjutnya yang perlu diperhatikan setelah kita membeli sepatu adalah bagaimana cara kita mengenakannya. Penataan pemakaian sepatu yang baik juga menjadi faktor penting kenyamanan walaupun tidak ada aturan yang mutlak, semua tergantung kenyamanan masing-masing individu pemakainya namun ada 2 hal yang bisa jadi pertimbangan, yaitu:
  • Tinggikan posisi tumit. Menurut dokter olahraga, meninggikan posisisi tumit dengan menyokongnya dengan bantalan atau alas yang lembut dan empuk dapat membuat pengguna sepatu bola terjauhkan dari resiko penyakit Sever (Penyakit nyeri pada tulang di daerah tumit).
  • Menyilangkan tali sepatu juga bisa membuat daya redam pada kaki lebih stabil. Posisi tali sepatu yang menyilang merupakan ikatan yang paling kuat dan menjaga kestabilan sepatu saat dikenakan sehingga hal ini akan membuat kaki semakin progresif menerima hentakan saat berlari maupun menendang bola. Tali sepatu dengan model asimetris memberikan anda area kontrol bola lebih leluasa.
  • Perlu kita ketahui, pilihan sepatu yang tidak tepat bisa membuat masalah kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko nyeri punggung, mungkin hal ini dianggap sepele/biasa untuk sebagian orang, namun semakin lama akan memperparah keadaan tulang punggung, dan ancaman tidak akan dapat bermain olahraga ini untuk waktu yang lamapun juga bisa datang sewaktu-waktu.
MENGETAHUI UKURAN SEPATU


Sering kali kita cukup dibuat pusing dengan ukuran sepatu, setiap merk sepatu nampaknya tidak selalu sama, sehingga terkadang di saat kita hendak membeli sepatu di dunia maya, ada keraguan yang muncul karena takut ukuran yang kita pesan tidak pas dengan kaki kita, berbeda jika kita membelinya secara langsung di toko. Sebenarnya ada cara mudah untuk memastikan ukuran sepatu kita, yaitu:

Pertama, sediakan dulu alat-alat berikut ini :
  • Kertas ukuran A4
  • Bolpoint
  • Penggaris

Kedua, lakukan langkah-langkah di bawah ini:
  • Letakkan kaki di atas kertas A4
  • Gambar kaki sesuai dengan bentuknya
  • Ukur dengan penggaris dari ujung jari yg terpanjang hingga lingkar belakang (Tumit)
  •  
Contoh gambar:

Ketiga, cocokkan size/ukuran yang sesuai dengan panjang kaki. Contoh: bila panjang anda kaki 26 cm, maka size/ukuran sepatunya: 41 (Europe) atau 7 s/d 7,5 (UK)

Di bawah ini adalah tabel satuan ukuran sepatu yang populer kita kenal:


MERAWAT DAN MEMBERSIHKAN SEPATU


1. Sepatu Sepakbola
Masalah kelembaban di bagian dalam sepatu sangat tinggi akibat panas dari suhu kaki dan keringat, biasanya ini akan menyebabkan sepatu mengeluarkan bau yang tidak sedap, dan mudah rusak. Untuk mencegahnya, biasakan untuk melepas atau melonggarkan tali sepatu setelah bermain agar dapat lebih memberi udara pada ruang dalam sepatu, sediakan selalu Silica gel untuk menyerap kelembabannya. Jangan membiasakan menyimpan kaos kaki di dalam sepatu setelah bermain, karena keringat yang berada di kaos kaki akan membuat bau dan rusak sepatu. Jika sepatu kita sudah terlanjur mengalaminya (Bau), untuk menghilangkannya kita dapat masukkan Kapur barus bulat, bubuk kopi, atau Baking soda.

Kita harus mengenali bahan sepatu yang kita pakai, jika bahannya adalah kulit sintetis maka kita dapat mencucinya seperti biasa, sebelum digunakan kembali pastikan sepatu benar-benar telah kering untuk menghindari kelembaban dan kekuatan lem tetap terjaga. Untuk yang menggunakan bahan kulit asli, jangan terlalu sering dicuci dan sediakan waktu untuk menyemir sepatu (dapat juga menggunakan Wax) agar kulit tidak kaku dan cepat pecah.

2. Sepatu Futsal
Masalah utama sepatu dengan sol karet adalah ketika dibawa bermain di lapangan rumput sintetis, setelah kita selesai bermain karet-karet yang ada di lapangan rumput sintetis menempel di sol-nya, untuk membersihkannya sediakan peralatan “Pencongkel” yang tidak berbahaya, bisa dengan menggunakan jarum, peniti, atau peralatan untuk Manicure/Pedicure.
Untuk sol luar, setelah beberapa kali pemakaian maka akan timbul noda membandel, jika tidak segera dibersihkan secara rutin, maka noda ini akan semakin sulit untuk dihilangkan. Untuk itu, di rumah sediakan waktu untuk membersihkannya dengan air mengalir “Kecil”  dan sikat (Dapat menggunakan sikat gigi bekas, sikat karet atau sikat kuku). Kita dapat menggunakan deterjen, pasta gigi, atau sabun colek. Perlu diperhatikan, kulit dan bagian dalamnya jangan sampai kemasukan air, serta jangan berlebihan dalam penggunaan pembersih.

Mengeringkan sepatu yang telah selesai dicuci adalah dengan cara di lap dengan kain/handuk, kemudian diangin-anginkan, jangan di jemur langsung di bawah sinar matahari. Agar bagian dalam sepatu tidak berbau, masukkan Kamper atau Silicon Gel, dan diganti maksimal 1 bulan sekali.

Secara umum, sebaiknya jangan menggunakan Koran untuk dimasukkan ke dalam sepatu, karena hal ini akan merubah bentuk sepatu. Jika kita memiliki dana yang terbatas, kertas Koran tadi digunting tipis-tipis dan memanjang, kemudian di gulung-gulung dan dimasukkan ke dalam sepatu. Simpan sepatu di tempat/rak yang terbuka dengan posisi berdiri. Mencuci sepatu tidak memerlukan proses perendaman di larutan detergen, karena bagian dalam sepatu yang terendam akan susah kering, menjadi lembab, dan mudah rusak. Jika sepatu berwarna putih, kita dapat mengoleskan pasta gigi dan mengelapnya untuk mempertahankan warna dan mencegah kulit sepatu pecah.

Pastikan kondisi kaki kita kering saat hendak mengenakan sepatu, karena kaki yang basah akan membuat kaus kaki juga basah, kondisi di bagian dalam sepatu akan menjadi lembab, jika kita terus-menerus melakukan hal ini, akan memicu bakteri dan kuman di dalam sepatu yang tentunya tidak baik baik bagi kesehatan kaki dan sepatu akan menjadi bau.

KAKI DAN PERAWATANNYA


Sedikit pengetahuan buat kita, agar tidak menganggap enteng dalam mengetahui bagian-bagian kaki terutama telapak kaki, dan bagaimana merawat kaki kita. Tidak ada salahnya kita belajar bagaimana para wanita merawat kakinya, namun tidak usah berlebihan sampai harus ke Salon.

Secara keilmuan, deskripsi telapak kaki adalah kulit bagian paling bawah kaki yang tidak memiliki bulu maupun pigmen, dan memiliki konsentrasi pori keringat yang tinggi. Telapak kaki memiliki sejumlah lipatan yang terbentuk selama embriogenesis dan mengandung lapisan kulit paling tebal pada tubuh manusia karena bobot yang terus tertumpu atasnya.

Saraf telapak kaki, telapak kaki amat sensitif pada permukaan yang dilangkahi, perasaan gatal dan beberapa orang menemukan telapak kaki merupakan zona erogen, ini dikarenakan banyaknya ujung saraf yang terdapat di dalamnya. Secara medis, telapak kaki adalah tempat refleks plantar, uji yang dapat menyakitkan karena sensitivitas telapak kaki.

Bentuk telapak kaki, telapak kaki orang dewasa normalnya melengkung. Jika kita pernah mendengar istilah Flat feet, ini adalah suatu keadaan dimana elastisitas atau kemampuan kaki atau tapak kaki yang menyerupai shock breaker sudah tidak ada atau molor sehingga jadi datar alias flat.

Yang perlu kita perhatikan dalam perawatan kaki diantaranya pada bagian-bagian:
  1. Pergelangan kaki (Mata kaki, bagian atas tumit dan bagian yang bersentuhan dengan lidah sepatu). Bersihkan dengan air hangat dan sabun, gosok (Jangan terlalu keras) dengan alat bantu yang agak kasar hingga kotoran-kotorannya terkikis.
  2. Telapak kaki yang meliputi: Jari-jari kaki, Metatarsal, Lekukan, dan Tumit. Rendam dengan air hangat, kemudian gosok (Jangan terlalu keras) dengan alat bantu yang agak kasar hingga kotoran-kotorannya terkikis.
  3. Kuku-kuku. Gunting dan kikir secara berkala kuku kita, perhatikan juga bagian-bagian samping kuku yang sering menjadi tempat menempelnya kotoran. Kita dapat juga menggunakan bedak anti bakteri yang di gosokkan di sela-sela jari kaki.
  4. Pijat. Berolahraga sepakbola akan melebarkan telapak kaki,  menegangkan dan melelahkan tulang, otot serta sendi-sendi kita. Untuk meringankannya dapat kita gunakan cara ini: Genggam satu telapak kaki dengan kedua tangan dan gosok perlahan dengan menggunakan ibu jari. Pijatan juga baik untuk meningkatkan sirkulasi dan mengurangi gatal yang disebabkan oleh kurangnya sirkulasi.
Seringnya kita menggunakan sepatu yang tertutup (Apalagi jika sepatu itu berukuran sempit dan bahannya kasar/keras), dapat mengakibatkan kulit kaki pecah-pecah, kasar, dan muncul Kapalan (Kapalan pada kaki biasanya disebabkan penggunaan sepatu yang terlalu sempit atau terlalu longgar dan kebiasaan yang tidak menggunakan kaos kaki). Sirkulasi darah yang tidak lancar, sel kulit mati yang menumpuk dan bercampur dengan keringat akan membuat kulit kaki anda semakin tidak sehat dan berwarna kusam. Jika kita dapat melihat dengan jelas di bagian mata kaki kita mengalami hal ini, untuk mengobatinya adalah dengan cara merendam kaki dalam larutan air garam hangat setiap malam sampai air sudah tidak terasa hangat lagi, kemudian bungkus dengan kaus kaki dan diamkan semalaman.

Sebenarnya masih banyak lagi sejarah perkembangan teknologi sepatu sepakbola yang dapat kita pelajari, dan tidak ada salahnya kita mengetahui dan mempelajarinya, dengan begitu kita akan mendapat satu lagi nilai tambah mengenai pengetahuan olahraga yang sering kita mainkan ini.

Jika kita hendak membeli sepatu, sebaiknya jangan terburu-buru dan tergoda dengan siapa bintang sepakbola yang memakainnya, namun pusatkan perhatian pada kebutuhan kita, diantaranya: Jenis permainan, bentuk lapangan, gaya bermain kita, intensitas bermain, perawatan, dan budget. Dan bukan hanya sepatu yang hanya kita perhatikan, namun juga kaki kita yang akan menggunakannya akan berperan penting dalam kebersihan dan kekuatan sepatu. Selamat membeli, bermain, dan semoga bermanfaat! (bola/bola)

sumber:

http://www.bola.net/editorial/sepatu-sepak-bola-sejarah-perkembangan-dan-jenisnya-bagian-3.html

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...